Langsung ke konten utama

Pengambilan Keputusan

A.   Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan ialah proses memilih sejumlah alternatif. Proses pengambilan keputusan meliputi :
1.    Kegiatan yang menyangkut pengenalan, penentuan, dan diagnosis masalah
2.    Kegiatan yang menyangkut pengembangan alternatif pemecahan masalah
3.    Kegiatan yang menyangkut evaluasi dan memilih pemecahan masalah terbaik


B.   Langkah-langkah dalam pengambilan keputusan
a. Mengidentifikasi suatu masalah
b. Memperjelas dan menyusun prioritas sasaran-sasaran
c. Menciptakan pilihan-pilihan
d. Menilai pilihan-pilihan
e. Memperbandingkan akibat-akibat yang diramalkan pada masing-masing pilihan
f.Memilih pilihan dengan konsekuensi-konsekuensi dengan dengan sasaran-sasaran(Drummond,1995:3)


C.   Jenis Masalah dan Keputusan
Masalah atau problem dibagi menjadi 3 golongan besar yaitu: 
1)    Masalah Korektif adalahmasalah yang timbul karena adanya penyimpangan dari apa yang direncanakan.
2)    Masalah Progresif  adalah suatu masalah yang terjadi akibat adanya keinginan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu prestasi atau hasil masa lalu.
3)    Masalah kreatif  adalah suatu masalah yang muncul karena adanya keinginan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru.

Secara umum keputusan terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
· Keputusan Strategis, setiap organisasi melahirkan berbagai kebijakan atau organisasional. Kebijakan dan arah organisasi merupakan keputusan strategis.
· Keputusan Operasional, adapun keputusan operasional menyangkut pengelolaan organisasi sehari-hari. Keputusan operasional sangat menentukan efektivitas keputusan strategis yang diambil oleh para manajer puncak(Drummond, 1995:13)

Disisi lain, ada pula jenis keputusan  berdasarkan masalah yang dihadapi yaitu:
· Keputusan yang diprogramkan(program decision)
Keputusan ini adalah keputusan yang dibuat berdasarkan pada problem yang diketahui secara baik(well-structured problems) atau masalahnya diketahui secara jelas.
· Keputusan yang tidak diprogram(non-programed decision)
Keputusan ini adalah keputusan yang diambil atau dibuat berdasarkan masalah yang tidak diketahui secara jelas(ill-stuctured problems) atau data dan informasinya kurang tersedia sebagaimana mestinya



D.   Gaya pengambilan keputusan
Gaya pengambilan keputusan terbagi menjadi 4, yaitu:
1)    Gaya Direktif
Pembuat keputusan gaya direktif mempunyai toleransi rendah pada ambiguitas, dan berorientasi pada tugas dan masalah teknis. Pembuat keputusan ini cenderung lebih efisien, logis, pragmatis dan sistematis dalam memecahkan masalah.
2)    Gaya Analitik
Pembuat keputusan gaya analitik mempunyai toleransi yang tinggi untuk ambiguitas dan tugas yang  kuat serta orientasi teknis. Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu.

3)    Gaya Konseptual
Pembuat keputusan gaya konseptual mempunyai toleransi tinggi untuk ambiguitas, orang yang kuat dan peduli pada lingkungan sosial. Mereka berpandangan luas dalam memecahkan masalah dan suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang.Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan.Pembuat keputusan konseptual juga berani mengambil risiko dan cenderung bagus dalam menemukan solusi yang kreatif atas masalah.Akan tetapi, pada saat bersamaan, mereka dapat membantu mengembangkan pendekatan idealistis dan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.

4)    Gaya Perilaku
Pembuat keputusan gaya perilaku ditandai dengan toleransi ambiguitas yang rendah, orang yang kuat dan peduli lingkungan sosial. Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat.



E.   Kondisi Pengambilan Keputusan
-       Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti
-       Pengambilan Keputusan dalam kondisi resiko
-       Pengambilan Keputusan dalam kondisi tidak pasti
-       Pengambilan Keputusan dalam kondisi Konflik 

F.    Pendekatan Pengambilan Keputusan
1.    Pendekatan filosofi
1a. Konsekuensialisme, Utilitarianisme, atau Teleologi
Pelaku Konsekuensialisme sungguh-sungguh dalam memaksimalkan manfaat yang dihasilkan oleh keputusan.Paham ini berpegang pada prinsip bahwa suatu tindakan itu benar secara moral jika dan hanya jika tindakan itu memaksimalkan manfaat bersih.
1b. Deontologi
Berbeda dengan konsekuensialisme, deontologi berfokus pada kewajiban dan tanggung jawab yang memotivasi suatu keputusan atau tindakan dan bukan pada konsekuensi dari tindakan.Tindakan yang didasarkan pada pertimbangan kewajiban, hak, dan keadilan sangat penting bagi professional, direktur, dan eksekutif yang diharapkan memenuhi kewajibannya.
1c. Virtue Ethics
Kalau kedua pendekatan tadi menekankan pada konsekuensi dari tindakan atau tanggung jawab, hak dan prinsip-prinsip sebagai panduan untuk membenarkan kebiasaan moral, etika kebajikan berkaitan dengan aspek motivasi dari karakter moral yang ditunjukkan oleh pengambil keputusan.

2.    Pendekatan 5 pertanyaan
Kerangka  5-pertanyaan adalah pendekatan berguna untuk pertimbangan tertib masalah tanpa banyak eksternalitas dan di mana fokus khusus yang diinginkan oleh perancang proses pengambilan untuk pengobatan yang diperluas dari pendekatan ini.
Pendekatan 5 pertanyaan opsional dirancang untuk memfokuskan proses pengambilan keputusan pada relevansi isu tertentu untuk organisasi  atau pengambil keputusan yang terlibat.

3.    Pendekatan standar moral
Pendekatan standar moral untuk analisis dampak stakeholder yang dibangun langsung pada tiga kepentingan mendasar dari stakeholder.Hal ini agak lebih umum dalam fokus dari pendekatan 5-pertanyaan, dan memimpin pengambil keputusan untuk analisis yang lebih luas berdasarkan keuntungan bersih bukan hanya profitabilitas sebagai tantangan pertama dari keputusan yang diusulkan. Akibatnya, ia menawarkan sebuah kerangka yang lebih cocok untuk pertimbangan keputusan yang memiliki dampak signifikan di luar korporasi dari kerangka kerja 4-pertanyaan.

4.    Pendekatan pastin
Pastin menggunakan konsep etika aturan dasar untuk apture gagasan bahwa Individu dan organisasi memiliki aturan-aturan dasar atau nilai-nilai fundamental yang mengatur perilaku mereka atau perilaku yang diinginkan. Jika keputusan dipandang menyinggung nilai-nilai ini, ada kemungkinan bahwa disenchamtment atau relatiation akan terjadi. Sayangnya, hal ini dapat menyebabkan pemecatan seorang karyawan yang bertindak tanpa pemahaman  aturan dasar etika baik dari organisasi pengusaha yang terlibat. Dalam rangka untuk memahami aturan dasar yang berlaku untuk benar mengukur komitmen organisasi untuk proposal dan untuk melindungi pembuat keputusan., Pastin menunjukkan bahwa pemeriksaan keputusan masa lalu atau tindakan dibuat. Ia menyebut ini pendekatan reverse engineering keputusan, karena upaya ini dilakukan untuk mengambil keputusan masa lalu terpisah untuk melihat bagaimana dan mengapa mereka dibuat. Pastin menunjukkan bahwa orang sering dijaga (secara sukarela atau tanpa sadar) tentang mengekspresikan nilai-nilai mereka, dan bahwa reverse engineering menawarkan cara untuk melihat, melalui tindakan masa lalu, apa nilai-nilai mereka.
Pastin menggunakan konsep etika aturan dasar untuk apture gagasan bahwa individu dan organisasi memiliki aturan-aturan dasar atau nilai-nilai fundamental yang mengatur perilaku mereka atau perilaku yang diinginkan. Jika keputusan dipandang menyinggung nilai-nilai ini, ada kemungkinan bahwa disenchamtment atau relatiation akan terjadi.












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunikasi

A.    Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah pemberian informasi yang didalamnya terdapat sender dan receiver dimana seseorang saling berinteraksi dengan bahasa verbal maupun nonverbal untuk mencapai tujuan sebuah organisasi. B.    Faktor yang mempengaruhi komunikasi Banyak hal yang dapat mempengaruhi komunikasi diantaranya : 1.     Latar belakang budaya Semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi akann semakinn efektif. 2.     Ikatan dengan kelompok atau grup Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan. 3.     Harapan Harapan mempengaruhi penerimaan pesan, sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan. Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan. C.    Proses Komunikasi Information       ...
Take time to think. It is the source of power. Take time to read. It is the foundation of wisdom. Take time to quiet. It is the oppurtunity to seek God. Take time to dream. It is the future made of. Take time to pray. It is the greatest power on earth. -author unkown-

Manajemen Perubahan

A.    Pengertian Menurut Stephen P. Robbins (2007), Motivasi ialah sebagai suatu kerelaan untuk berusaha seoptimal mungkin dalam pencapaian tujuan organisasi yang dipengaruhi oleh kemampuan usaha untuk memuaskan beberapa kebutuhan individu. B.    Teori – Teori Motivasi 1.     Hierarki Teori Kebutuhan   menurut Abraham Maslow : a.       Kebutuhan fisik, terdiri dari : kebutuhan akan perumahan, makanan, minuman dan kesehatan. b.     Kebutuhan rasa aman c.     Kebutuhan sosial, kebutuhan ini berkaitan dengan menjadi bagian dari orang lain, dicintai orang lain dan mencintai orang lain. d.     Kebutuhan pengakuan e.     Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill dan potensi. 2.     Teori Kebutuhan Mc Clelland’s : a.     Kebutuhan dalam mencapai kesuksesan b.     Keb...